KAMI Surati Presiden Jokowi, Minta Antisipasi PKI Gaya Baru hingga Tarik RUU HIP

Deklarasi KAMI-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akhirnya mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat yang ditandatangani tiga presidium KAMI itu, masing Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab meminta Jokowi untuk bertindak serius terhadap gejala, gelagat, dan fakta kebangkitan neokomunisme dan/atau PKI Gaya Baru.

Beragam kegundahan disampaikan oleh tokoh KAMI dalam surat yang dikirim menjelang peringatan G30/S/PKI itu. Terutama adanya anak-cucu kaum komunis telah menyelusup ke dalam lingkaran-lingkaran legislatif maupun eksekutif.

Sebagian mereka sudah berani memutarbalikkan sejarah, dengan menyatakan bahwa PKI adalah korban, dan kalangan non PKI khususnya umat Islam sebagai pelaku pelanggaran HAM berat terhadap orang-orang PKI.

“Beberapa waktu terakhir ini, KAMI dan banyak rakyat Indonesia merasa prihatin dan membangkitkan trauma dengan adanya gejala dan gelagat kebangkitan neo komunisme dan PKI Gaya Baru. Hal demikian tidak lagi merupakan mitos atau fiksi, tapi sudah menjadi bukti.,” tulis Presidium KAMI dalam surat terbukanya.

Beberapa saran ikut disampaikan dalam surat itu, termasuk meminta pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila dan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ditarik dari Prolegnas.

Berikut ini salinan utuh surat terbuka Presidum KAMI yang diterima fajar.co.id, Rabu (23/9/2020):

SURAT TERBUKA PRESIDIUM KAMI KEPADA PRESIDEN

014/PRES-KAMI/B/IX/2020

Kepada Yth.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...