Minta Pilkada Ditunda, KAMI: KPU dan Pemerintah Perlu Memiliki Perasaan Keprihatinan

Deklarasi KAMI-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ikut meminta pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ditunda. Hal itu ditegaskan melalui surat pernyataan Presidium KAMI bernomor 014/KAMI/PRES-B/IX/2020, yang dikeluarkan 20 September.

Dalam surat yang diunggah salah satu Deklarator KAMI, Said Didu, KAMI meminta pilkada ditunda sampai dengan batas waktu yang aman bagi rakyat Indonesia.

“KPU dan pemerintah perlu memiliki perasaan keprihatinan (sense of crisis) terhadap pandemi Covid-19 yang melanda tanah air dan persebarannya masih meninggi dengan korban yang semakin banyak,” bunyi surat yang ditandatangani tiga Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin dan Rochmat Wahab.

Menurut KAMI, pemerintah harus mengutamakan penanggulangan masalah kesehatan dan keselamatan rakyat dari pada hal lain. Baik pemberian stimulus ekonomi maupun program politik atau pelaksanaan Pilkada.

“Pelaksanaan Pilkada saat ini yang potensial mendorong laju pandemi akan dinilai sebagai pelanggaran terhadap amanat konstitusi tersebut, dan melanggar janji Presiden Joko Widodo sendiri yang pernah menyatakan akan mengutamakan kesehatan dari pada ekonomi,” jelas surat KAMI.

KAMI mendukung penuh pemerintah jika tetap fokus untuk menangani pandemi Covid-19 dibanding harus memaksakan Pilkada.

“Sesuai maklumat menyelamatkan Indonesia, KAMI meminta kepada semua pihak khususnya pemerintah, untuk bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19 dalam perkataan maupun perbuatan nyata, serta bersikap taat asas terhadap amanat konstitusi,” tutup surat KAMI. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...