Minta Pilkada Diundur ke Pertengahan 2021, FMB: Ini Demi Keselamatan Demokrasi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Pansus Pemilu DPR Ferry Mursyidan Baldan (FMB) mengingatkan pemerintah untuk tidak memaksakan Pilkada serentak 2020 digelar tahun ini.

Ia menyarankan agar ditunda sampai ada kepastian pandemi Covid-19 aman dan penyebaran wabah terkendali.

“Saya berharap Pilkada diundur sampai pertengahan 2021. Pemerintah dan DPR harus tetap mempertimbangkan opsi diundur, meskipun sudah menyetujui tambahan anggaran yang diajukan KPU untuk menggelar Pilkada, ” kata Ferry yang juga mantan Ketua Komisi II DPR ini dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (22/9).

Menurut Ferry, yang perlu dipahami adalah bahwa Pilkada tidak hanya sekadar kegiatan datang ke TPS pada hari pencoblosan. Tapi ada proses-proses lainnya yang berpotensi bisa menularkan Covid-19.

“Tapi sebuah rangkaian kegiatan mulai dari persiapan pencalonan sampai dengan penghitungan suara dan penetapan pemenang. Betapa sebuah rangkaian panjang,” tambahnya.

Banyak desakan sebelumnya termasuk dari Mantan Wapres Jusuf Kalla agar Pilkada 2020 ditunda sampai vaksin ditemukan. Pilkada yang menjadi pusat konsentrasi massa dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan DPR belum memberikan sinyal Pilkada 2020 yang tahapannya sudah dimulai sejak 15 Juni dan puncaknya 9 Desember 2020 akan ditunda.

“Jadi usul penundaan Pilkada adalah suatu keniscayaan bagi keselamatan kehidupan masyarakat, keselamatan demokrasi dan keselamatan pemerintahan di daerah yang melakukan Pilkada,” kata Ferry.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...