Oknum Lurah di Pangkep Diduga Pungut Rp250 Ribu di Program Sertifikat Tanah Gratis

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP— Sejumlah warga Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene mengeluhkan pembayaran Rp250 ribu pada pengambilan sertifikat tanah di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Bonto Langkasa, Syamsul Alam, bahwa ada ratusan warga yang termasuk dalam penerima sertifikat tanah, namun terbebani dengan pembayaran sebesar Rp250 ribu untuk satu sertifikat.

“Khusus di Kelurahan Bonto Langkasa itu ada sembilan RW. Setiap masyarakat yang terima sertifikat diminta bayar Rp250 ribu. Padahal ini dari awal sudah disampaikan kalau program ini  gratis,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa, sejauh ini sudah banyak masyarakat yang menerima sertifikat itu. Namun, masih banyak juga yang belum dapat, disebabkan belum membayar senilai Rp250 ribu.

“Keluarga saya juga banyak yang terima, semuanya diminta bayar Rp250 ribu, ini dikumpul di RW kemudian ke Lurahnya. Kita minta Lurah bertanggungjawab dalam hal ini,” paparnya.

Terpisah, Lurah Bonto Langkasa, Adil Sammana menjelaskan

Mulai dari tahap pengukuran ke terbitnya sertifikat itu gratis, namun biaya operasional yang belum ada.

“Diawal sudah disampaikan bahwa ini memang gratis. Tetapi yang menemani pengukur ke lapangan itu RW. Itulah ada biaya Rp250 ribu, yang sampai sama saya itu kadang ada Rp100 ribu atau Rp150 ribu untuk foto kopi dan biaya materai, kami juga tidak pernah memaksa masyarakat,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...