Struktur Kepengurusan Versi Taufan Pawe Tak Diteken Anggota Formatur, Aru: Saya Tidak Dilibatkan!

Struktur Kepengurusan Versi Taufan Pawe Tak Diteken Anggota Formatur, Aru: Saya Tidak Dilibatkan!

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Terhitung sudah 45 hari Taufan Pawe (TP) ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sulsel dalam gelaran Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar Sulsel di Jakarta, 7 Agustus 2020 lalu. Namun hingga hari ini jajaran kepengurusan TP belum juga rampung. Jika mengacu pada keputusan Musda X, formatur hanya diberi waktu sepekan sejak ketua terpilih ditetapkan.

Dalam rentan waktu itu pula, kemelut di tubuh partai berlambang beringin rimbun itu tak terhindarkan. Kader Golkar Sulsel resah dengan sikap acuh TP yang dianggap tidak serius mengurus partai. Bahkan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel mendesak Ketua Umum DPP partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menggelar Musda DPD I Golkar Sulsel. Termasuk menyegel kantor Golkar dan mencoret-coret foto banner TP sebagai bentuk kekecewaan.

Di tengah gencarnya desakan itu, beredar draft komposisi dan personalia DPD I Golkar Sulsel masa bakti 2020-2025.

Dari draft kepengurusan versi TP yang diterima fajar.co.id, jumlah pengurus yang mengisi berbagai bidang sebanyak 157 orang. Nama-nama pengurus inti di periode lalu kembali muncul. Misalnya saja Marzuki Wadeng didapuk sebagai Sekretaris Umum. Mantan Ketua PGRI Sulsel itu adalah poktikus senior Golkar. Semantara post Ketua Harian diisi oleh Arfandi Idris, (Ketua SC dalam Musda Golkar).

Selanjutnya Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari diamanahkan sebagai Bendahara. Adik Nurdin Halid, Kadir Halid tetap diposisinya semula sebagai Bappilu, dan Hoist Bachtiar di posisi Wakil Ketua Bidang Organisasi

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...