Tak Laporkan Dana Kampanye, Sanksi Diskualifikasi Menanti Paslon

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar memberi atensi kepada pasangan calon Pilwalkot Makassar 2020 yang hari ini resmi ditetapkan untuk melaporkan pengelolaan dana kampanye kepada KPU secara berkala.

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari menyatakan kandidat Pilwalkot terancam didiskualifikasi dari arena pertarungan jika acuh terhadap aturan tersebut.

“Kami mengingatkan para calon untuk patuh terhadap laporan dana kampanye, karena bisa saja berpotensi menggagalkan yang bersangkutan menjadi calon. Makanya kami mohon untuk diperhatikan,” ungkap Nurasari di Kantor KPU Makassar, Rabu (23/9/2020).

Berdasarkan PKPU Nomor 5 tahun 2017 Pasal 15, tercantum bahwa dana kampanye wajib diperoleh, dikelola, dan dipertanggungjawabkan berdasarkan prinsip legal, akuntabel, dan transparan.

“Aturannya jelas, mulai dari mahar politik pada saat proses kampanye pencalonan termasuk misalnya laporan dana kampanye ini sangat penting untuk paslon,” sambungnya.

Hal serupa juga diutarakan Komisioner KPU Makassar Divisi Teknis, Gunawan Mashar. Ia menerangkan, setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu, paslon wajib membuat rekening kampanye, batas akhirnya sampai tanggal 25 September sudah harus dibuat.

“Paslon bisa saja didiskualifikasi atau dicoret dari pencalonan apabila tidak menyetorkan rekening kampanye setelah waktu yang telah ditetapkan,” tegas Gunawan.

Hal lain yang perlu dicermati adalah batas nominal sumbangan untuk partai politik atau gabungan partai politik maksimal Rp750 juta. Sementara untuk perseorangan maksimal Rp75 juta.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...