Tantangan untuk Perbankan, Kabiro Ekbang Sulsel Minta Tidak Ada Lagi Rentenir

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Since Erna Lamba

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Since Erna Lamba menegaskan tidak ada lagi perbankan yang menggunakan sistem rentenir.

Menurutnya, ini menjadi tantangan bagi perbankan dalam meminimalisir rentenir yang kadang masih dijumpai di sejumlah kabupaten kota khususnya di daerah pelosok.

“Hari ini rentenir tidak boleh lagi ada, ini tantangan perbankan,” tegasnya, Rabu (23/9/2020).

Untuk membantu meringan masyarakat khusunya petani dan nelayan, Since menjelaskan mereka bisa melakukan pinjaman dana Kredit Usaha Bunga (KUR) sebesar Rp50 juta dengan bunga 6 persen.

“Harapan kita ini akan menolong mereka karena kalau dibandingkan dengan rentenir kan mahal,” tutur Since.

Ia mengaku, pihaknya telah membuktikan bantuan dana KUR tersebut dengan melakukan kerjasama antara perusahaan dan nelayan yang akhirnya dari bantuan itu nelayan mampu memiliki kapal sendiri.

“Ada perusahaan sebagai inti dan nelayan sebagai plasmanya, dan ternyata bisa menolong para nelayan untuk cari telur ikan, dan akhirnya sudah memiliki kapal dan lain sebagainya,” bebernya.

Sebelumnya diketahui, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6 persen dari yang sebelumnya 7 persen.

Selain itu pemerintah juga meningkatkan plafon atau jumlah pinjaman untuk debitur dari yang sebelumnya hanya Rp. 25 juta kini mencapai Rp50 juta.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...