Ambisi Lawan Kotak Kosong, Penantang Minta Petahana Pilkada Mamuju Didiskualifikasi

Paslon di Pilkada Mamuju

FAJAR.CO.ID, MAMUJU- Sehari usai penetapan calon, pasanganan penantang di Pilkada Mamuju, Sutina Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado) langsung melayangkan permohonan sengketa Pilkada ke Bawaslu Mamuju, Kamis (24/9/2020).

Permohonannya meminta KPU Mamuju mendiskualifikasi atau membatalkan penetapan calon untuk pasangan petahana, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari (Habsi-Irwan).

Kuasa Hukum Tina-Ado, Anwar Ilyas mengatakan pihaknya menyertakan 40 bukti berkas dugaan pelanggaran Habsi-Irwan. Petahana, kata dia, diduga telah menyalahgunakan kewenangan, program dan kegiatan pemerintah enam bulan sebelum tahapan Pilkada.

“Kami melihat penetapan paslon, ada yang tidak benar. Karena paslon petahana tidak memenuhi syarat. Ada hal yang dia langgar menurut UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat (2) dan (3). Jika terbukti calon itu bisa didiskualifikasi,” Kata Anwar Ilyas, usai menyerahkan bukti laporan di Bawaslu Mamuju, Kamis (24/9/2020).

Paslon petahana diduga melanggar hal tersebut dan sanksinya tertuang dalam pasal 71 ayat 5 yakni harus didiskualifikasi.

“Pasal 71 ayat 2 itu tentang larangan mutasi. Pasal 71 ayat 3 itu tentang larangan menggunakan kewenangan, program dan kegiatan. Semua itu dilakukan petahana berdasarkan 40 bukti yang kami serahkan,” jelas Anwar Ilyas.

Anwar Ilyas mengaku, timnya sangat teliti dan hati-hati memproses itu. Hasilnya memang harus diajukan sengketa.

“Salah satu bukti pelanggaran itu yakni ada mutasi yang tidak sesuai. Penyalahgunaan program yakni Sahabat Rakyat. Target kami didiskualifikasi,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...