Boyamin Saiman Desak Dewas Ungkap Dugaan Gratifikasi Penyewaan Helikopter Firli Bahuri

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengapresiasi putasan Dewan Pengawas (Dewas) KPK menetapkan Firli Bahuri bersalah.

Keputusan tersebut, bahwa ketau KPK Firli Bahuri dinyatakan terbukti bersalah melanggar kode etik gaya hidup mewah dengan menggunakan helikopter.

“Kita apresiasi kinerja Dewas yang tidak tersandera dengan ketua KPK dalam mengungkap kesalahan,” ujar Boyamin Kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Kendati begitu, dia juga meminta Dewas harus mengungkapkan adanya dugaan gratifikasi terkait dengan pihak penyewaan helikopter.

Pasalnya, dalam sidang tersebut, disebutkan bahwa pihak penyewa helikopter itu diketahui sedang menjadi pasien atau incaran KPK.

“Jadi, wajar jika kite menduga ada konflik kepentingan atau gratifikasi karena ada diskon harga dari 20 Juta ke 7 yang menyewakan helikopter dengan perkara yang ada di KPK, pihak penyewa juga diduga sedang jadi pasien KPK” terangnya.

Turunnya harga sewa helikopter tersebut, lanjut Boyamin, lantaran masa Pandemi Covid-19 yang menyebabkan harga sewa jadi turun.

Akan tetapi tambah Boyamin, Dewas masih fokus dalam perkara pada bergaya hidup mewah, sehingga belum menyelidiki dugaan gratifikasi tersebut.

Ia juga mengaku dirinya sebelumnya mendesak Dewas KPK agar menggeser Firli Bahuri dari Ketua menjadi Wakil Ketua KPK. Tapi, permintaan tersebut ternyata tidak dipenuhi oleh Dewas KPK.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...