Covid-19 Bertambah 8,4 Persen per Minggu, 109 Ribu Suspect Menunggu Hasil

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 yang baru, Profesor Wiku Adisasmito. (BNPB)

Oleh karena itu, Wiku menambahkan dalam menangani penyakit ini perlu pendekatan budaya, bukan pendekatan medis, karena sebanyak apa pun fasilitas dan tenaga medis yang disiapkan tidak akan cukup apabila masyarakat tidak mengubah perilakunya di masa pandemi. ”Tidak akan mampu bangsa ini menghadapi penyakit dengan cara kuratif karena mendidik dokter dan bangun fasilitas medis lama sekali,” kata Wiku.

Dia menambahkan walaupun saat ini ada harapan dari pengembangan vaksin dengan jumlah produsen yang banyak, namun ketersediaannya sangat terbatas. Selain itu, masa pengembangan vaksin juga relatif singkat sehingga efektivitas dan keamanannya belum teruji, dengan kekebalan mungkin hanya bertahan 1 tahun dan perlu penyuntikan ulang setelahnya. ”Kita tidak tahu efektivitas dan keamanannya, tapi vaksin ini pilihan untuk mencegah Covid-19,” imbuh Wiku.

Oleh karena itu, dia mengatakan walaupun ada harapan pada vaksin, namun modal terbesar melawan pandemi berada pada upaya perubahan perilaku masyarakat. Sementara itu, Indonesia melaporkan 4.465 kasus baru Covid-19 pada Rabu, yang merupakan rekor kasus harian tertinggi sejauh ini.

Kementerian Kesehatan mencatat total kasus menjadi 257.388 orang, dengan 59.453 di antaranya merupakan kasus aktif. Pasien meninggal bertambah 140 orang, sehingga total kasus kematian menjadi 9.977 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.660 orang menjadi total 187.958 orang.

Sementara itu memasuki hari kedua, setelah dibuka pada hari Senin (21/9) lalu, Tower 4 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, yang disiapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sebagai Flat Isolasi Mandiri bagi warga yang tak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri, sudah terisi 527 orang pasien dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

KONTEN BERSPONSOR

Komentar