Covid-19 Bertambah 8,4 Persen per Minggu, 109 Ribu Suspect Menunggu Hasil

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 yang baru, Profesor Wiku Adisasmito. (BNPB)

Satgas Penanganan Covid-19 berencana menambah jumlah tenaga medis dan relawan, namun dia mengatakan hal itu akan percuma bila mata rantai penularan tidak diputus. ”Tenaga medis dan relawan di lapangan seminggu belakangan sibuk sekali,” kata Jossep.

”Meskipun kita sekarang masih tahan, tapi pertanyaannya sampai kapan bisa tahan? Kalau sistem kesehatan ambruk, ini yang jadi masalah,” lanjut dia. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan situasi ini menunjukkan bahwa penerapan PSBB ketat belum memberi dampak efektif dalam pengendalian pandemi.

Menurut dia, pemerintah masih belum mampu mendeteksi dini sumber-sumber penularan di masyarakat melalui tes dan pelacakan kontak secara masif. Jakarta telah mampu melakukan tes hingga empat kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun kemampuan contact tracing masih sangat lemah.

Pemerintah hanya mampu melacak dua orang dari satu kasus positif pada September ini, sedangkan WHO merekomendasikan sebanyak 10 hingga 30 orang per kasus positif. ”Kalau ini tidak dimaksimalkan, beban pelayanan kesehatan akan terus bertambah karena banyak orang yang terlambat terdeteksi,” kata Dicky. (fin)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar