Din Syamsuddin: Jangan Mentang-mentang Memiliki Kekuasaan, Kemudian Bandel

Din Syamsuddin, saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia alias KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mirip pendapat Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin juga mengungkapkan kekhawatirannya soal kebangkitan kembali PKI.

Bahkan, dari pengamatannya, kebangkitan komunis di Indonesia sudah sangat terasa dan bukan hanya gejala.

Fakta kebangkitan itu menurut Din Syamsuddin, dengan mengadu domba dan melakukan upaya penyusupan kekerasan di kalangan Islam.”Saya kira kasus percobaan pembunuhan atau penikaman atas Syekh Ali Jaber di Lampung bukan masalah sederhana. Dan itu sudah terjadi sebelumnya,” kata Din dalam kanal Hersubeno Arief di YouTube.Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengaku, sudah mengamati sejak 2014, sepertinya ada situasi politik psikologis yang dianggap kondusif oleh kelompok berpaham komunis untuk bangkit.

Baca Juga : Fadli Zon: PKI Menyebut Teror Putih Hatta, Pak Harto Diframe Kudeta Merangkak

“Ini pengamatan saya beberapa tahun. Apakah ini karena ketidaktahuan rezim yang berkuasa akan sejarah komunisme sehingga memiliki pandangannya sendiri,” ujarnya.

Din Syamsuddin menyebutkan, ada jejak digital berupa pertemuan, foto-foto, tetapi tidak pernah ditindak. Kondisi ini membuat kelompok tersebut, lanjut Din, merasa ada momentum untuk bangkit.

Baca juga : Tengku Zulkarnain: Pak Harto Difitnah Anak Cucu PKI sebagai Dalang G30S/PKI 1965

Din Syamsuddin mengatakan, upaya kebangkitan ini mencapai puncak ketika berani mengajukan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Namun, dia pastikan kalangan Islam dan TNI tidak akan membiarkan itu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...