FinCEN Bocorkan Transaksi Mencurigakan, Khusus di 2 Bank Pelat Merah Rp7,41 Triliun

Ilustrasi: pixabay

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengungkap bocoran data aliran dana mencurigakan bank-bank besar di dunia. Termasuk dugaan 19 bank yang beroperasi di Indonesia.

Dua di antaranya bank pelat merah. Nilainya sangat fantastis: USD 504,65 juta atau sekitar Rp 7,41 triliun. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menggunakan informasi tersebut sebagai bahan analisa dan pemeriksaan lebih lanjut.

Jumlah dana tersebut terdiri dari uang masuk ke Indonesia senilai USD 218,49 juta. Juga ada dana yang ditransfer ke luar Indonesia sebanyak USD 286,16 juta. Dikutip dari International Consorsium of Investigative Journalism (ICIJ), FinCEN File mencatat ada 496 transaksi mencurigakan yang diduga mengalir dari 19 bank tersebut.

Seluruh transaksi tersebut diproses melalui 4 bank yang berbasis di Amerika Serikat. Yaitu The Bank of New York Mellon sebanyak 312 transaksi. Kemudian, Deutsche Bank AG, 49 transaksi. Selanjutnya, Standard Chartered Plc 116 transaksi. Yang terakhir JP Morgan Chase & Co sebanyak 19 transaksi.

Akibat bocoran file tersebut, pasar keuangan dunia menjadi heboh. Diduga, sejumlah bank-bank besar itu disebut-sebut melakukan transaksi dengan penjahat dan teroris. FinCEN sendiri diketahui berisi orang-orang dari Departemen Keuangan yang tugasnya memerangi kejahatan perbankan.

Dokumen ini pertama kali bocor ke Buzzfeed News. Selanjutnya dibagikan dengan grup yang berisi jurnalis investigasi seluruh dunia. Selanjutnya disebarkan ke 108 organisasi berita di 88 negara.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...