Jika Firli Bahuri Tidak Kontroversi, Kasus Djoko Tjandra Harusnya OTT

Ketua KPK, Firli Bahuri. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai, Sanksi ringan yang dijatuhkan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Ketua KPK, Firli Bahuri, cukup mengecewakan.

“Sebenarnya saya kecewa, tapi tetap saya hormati apapun putusan sidang,” ungkapnya, Kamis (24/9/2020).

Boyamin menyatakan, pihaknya menghormati proses yang telah dilakukan Dewas KPK atas laporan yang dilayangkan pihaknya itu.

“Saya rasa cukup adil, karena menggambarkan keseluruhan proses yang berkaitan dengan gaya hidup mewah Pak Firli,” sambungnya.

Boyamin menyatakan, dirinya pun hadir dalam sidang putusan serta mendengarkan dan menyimak dengan seksama seluruh hal dan fakta-fakta persidangan tersebut.

“Makanya, saya cukup apresiasi kinerja Dewas KPK yang menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Boyamin menyebut, kendati hanya mendapat sanki ringan, bagi Firli, sanksi itu sudah cukup berat.

“Kan setelah itu pak Firli langsung minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Itu malah lebih berat bagi pak Firli,” tegasnya.

“Saya harap putusan ini melecut, memacu, menjewer pak Firli untuk lebih serius kerja di KPK. Baik dalam pemberantasan korupsi, pencegahan maupuan penegakan,” lanjut Boyamin.

Ia lantas menyarankan KPK agar tidak lagi merasa ragu dan tabu untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sebab, ia mengungkap, lantaran sikap tersebut, akhirnya ada yang lolos dari OTT KPK, yakni terkait kasus Djoko Tjandra.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...