Namanya Ikut Terserak Kasus Jaksa Pinangki, Hatta Ali Buat Surat Klarifikasi, Ini 8 Poin Isinya

Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Agung (KMA) Hatta Ali membuat surat terbuka untuk menanggapi soal namanya yang tetera dalam surat dakwaan terhadap Pinangki Sirna Malasari.

Menurut Hatta, dirinya sama sekali tak terkait dengan rencana aksi atau action plan yang disusun perbuatan jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk meloloskan Djoko S Tjandra dari hukuman penjara.

“Sebenarnya klarifikasi saya ini sudah saya sampaikan melalui Jubir MA dan telah ditindaklanjuti, tetapi, ya, begitulah masih ada juga media yang masih menggoreng-goreng tidak sesuai fakta seutuhnya yang saya sampaikan sehingga bisa menimbulkan penafsiran yang lain terutama yang nonhukum,” tulis Hatta dalam surat terbuka itu.

Ada delapan poin dalam surat terbuka dari Hatta Ali. Dalam poin pertama Hatta menulis bahwa dirinya tak mengenal Pinangki ataupun Andi Irfan Jaya yang menemui Djoko S Tjandra di Malaysia.

Dalam poin lain surat tersebut Hatta menegaskan bahwa tidak mungkin dirinya selaku ketua MA menerbitkan fatwa untuk perkara Djoko S Tjandra. Hatta beralasan bahwa dirinya merupakan salah satu hakim agung yang menolak permohonan PK terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali itu.

“Jadi adalah mustahil juga bahwa MA/saya akan menerbitkan fatwa MA yang akan membebaskan atau menguntungkan terpidana JT (Joko Tjandra, red),” tegasnya.(tan/jpnn)

Berikut delapan poin dalam surat terbuka Hatta Ali:

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...