Resesi


Maka satu-satunya harapan yang masih bisa diberikan kepada rakyat adalah ini: vaksinasi Covid-19.

Orang seperti saya tidak lagi memikirkan dampak sampingan vaksin itu. Vaksinasi adalah satu-satunya harapan. Kita tidak akan bisa hidup begini terus. Banyak sekali teman saya yang minta dicarikan vaksin. Mereka mau vaksinasi sekarang juga. Mahal pun mau.

Dikira saya bisa menggunakan jaringan saya di Tiongkok untuk mendapatkan vaksin yang sudah diproduksi di sana.

Hampir tiap hari saya menghubungi teman-teman di sana. Di kota yang berbeda-beda.

Pertanyaan saya singkat: Anda sudah melakukan vaksinasi?

Semua menjawab: belum.

Bukankah ada berita bahwa vaksin itu sudah diproduksi di Tiongkok?“Belum untuk umum,” jawab mereka.

Mereka umumnya juga berharap vaksinasi sudah bisa dimulai Januari akhir tahun depan.

Memang, biar pun Tiongkok, juga harus tunduk pada WHO —organisasi kesehatan dunia. WHO-lah yang akan mengeluarkan izin edar secara internasional.

Bahwa ada yang sudah divaksinasi itu sifatnya penggunaan darurat. Misalnya untuk tentara dan tenaga kesehatan di rumah sakit. Itu pun juga selektif.

Salah satu yang dianggap selektif adalah: orang Tiongkok yang akan terbang ke luar negeri. Agar mereka tidak tertular virus di negara tujuan. Lalu ketika pulang tidak membawa oleh-oleh yang membahayakan itu.

Kita sendiri sudah diberi harapan itu: November nanti sudah akan punya 10 juta vaksin. Yang dibeli dari Sinovac, Tiongkok.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar