Ringankan Beban Pajak Penghasilan, Suryo Utomo Harap Ekonomi Indonesia Segera Pulih

Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Suryo Utomo mengatakan pihaknya telah membantu industri pariwisata dan pengolahan industri agar tetap berjalan selama pandemi Covid-19 dengan memberikan pengurangan pajak.

Hal tersebut diungkapkannya setelah menjadi narasumber dalam acara podcast milik Deddy Corbuzier yang ditayangkan di Youtube pada hari Kamis (24/9/2020).

Pajak merupakan kontribusi yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara untuk digunakan oleh negara demi kemakmuran rakyat. Pajak bersifat memaksa dan wajib karena telah diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Suryo mengatakan dalam situasi sulit seperti saat ini, pihaknya tidak memungut pajak dari karyawan karena pph 21 telah dibayarkan oleh pemerintah. Kebijakan yang dikeluarkan tersebut diberlakukan hingga desember 2020.

“Penghasilan karyawan yang sampai dengan Rp200 juta setahun, kira-kira nih jadi sebulan tuh approximately Rp15 juta lah ya, itu pajaknya kan pada dipungut pada disetorin ke negara, sekarang enggak. PPh 21 ga usah disetorin ke negara, balikin ke karyawannya,” ungkap Suryo Utomo

Penghapusan PPh 21 yang dibebankan kepada karyawan dikatakan guna mempertahankan kondisi karyawan itu sendiri dan juga untuk menggulirkan perekonomian di Indonesia. Selain itu, keringanan pembayaran pajak juga diberikan kepada pelaku usaha dengan pengurangan hingga 30%.

Suryo juga menghimbau jika ada masyarakat yang belum tahu mengenai kebijakan ini dan merasa dirinya membayar pajak yang banyak, bisa langsung meminta pengembalian namun dengan syarat akan ada pengujian apakah benar yang bersangkutan membayar pajak lebih.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...