Simalakama Tanda Tangan, Mantan Kadis PU Sulbar Terancam 20 Tahun Penjara

Mantan Kadis PU Sulbar, Nasaruddin digelandang ke tahanan Polda Sulbar usai diperiksa selama empat jam sebagai tersangka kasus korupsi peningkatan ruas jalan Salutambung-Urekang, Majene di Kantor Kejati Sulbar, Kamis, 24 September. (SAHRUL ALIM/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU- Mantan Kepala Dinas PUPR Sulbar, Nasaruddin (59) resmi ditahan usai diperiksa selama empat jam di Kantor Kejati Sulbar.

Dia ditetapkan tersangka karena menandatangani persetujuan pencairan atas permohonan pembayaran uang muka senilai Rp1,5 miliar proyek peningkatan ruas jalan Salutambung-Urekang, Majene 2018 lalu.

Aspidsus Kejati Sulbar, Feri Mupahir mengatakan Nasaruddin dalam proyek ini bertindak sebagai pengguna anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi bersama tiga tersangka lainnya. Yakni, Direktur Cabang PT Samarinda Perkasa, Rahbin R, dan makelar proyek, Moh Imhal dan Ardian.

“Tersangka (Nasaruddin) memberikan persetujuan atas permohonan pembayaran uang muka tersebut. Selanjutnya uang muka yang berhasil dicairkan tanpa memenuhi persyaratan dan digunakan untuk kepentingan pribadi tiga tersangka lainnya,” katanya, Kamis, 24 September.

Feri menambahkan, dokumen pengajuan uang muka tersebut ternyata palsu.

“Dokumen pengajuan jaminan uang muka pada Jamkrindo Cabang Mamuju juga dibuat secara melawan hukum yaitu dengan pemalsuan tanda tangan dilakukan oleh Rahbin,” jelasnya.

Atas kasus ini, penyidik Kejati Sulbar menemukan kerugian negara senilai Rp1.45 miliar. Pasal yang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana jo. Pasal 56 ayat (1) KUHP.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...