Tidak Sesuai Perencanaan, Warga Desa Ujung Lamuru Hentikan Pembangunan Bendungan

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BONE — Warga Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja menghentikan pembangunan proyek bendungan dan jaringan Ilirigasi Lalengrie. Tidak sesuai dengan proposal yang diajukan. Titiknya bergeser tanpa ada pemberitahuan.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Bumi Indolim Perkasa, Konsultannya CV Sukma Lestari dengan nilai kontrak Rp21,5 miliar. Waktu pelaksanaan 150 hari.

Salah seorang warga Ujung Lamuru, Adi mengaku, warga jelas menolak pembangunan itu karena yang jadi masalah di situ beda perencanaannya. Awalnya di Lalanrie, namun pembangunan bergeser ke Uloe.

“Sudah dirapatkan di kantor desa tetapi tidak melibatkan warga saat rapat. Tidak ada pemberitahuan juga. Harusnya ini dimusyawarahkan ke masyarakat,” katanya kepada FAJAR, Kamis (24/9/2020).

Kata dia, jika pembangunan bendungan tersebut tetap dibangun di lokasi itu, maka tidak akan berguna, hanya membuang uang saja. Sebab, pembangunan bendungan itu hanya merusak lahan dan hasilnya juga tidak bisa dinikmati warga sekitar.

“Masyarakat tidak mempermasalahkan pembebasan lahan, cuman kekecewaan masyarakat itu yang tidak disampaikan ke masyarakat kalau dipindahkan. Kalau itu bendungan tidak dipindahkan ke titik awal sekalian tidak usah dilanjut,” tegas Adi.

Kepala Desa Ujung Lamuru, Haripudding menuturkan, kalau permasalahannya dari masyarakat karena tidak sesuai dengan proposal yang diajukan. Ternyata bangunan bergeser, apalagi tidak banyak menikmati nantinya

“Awalnya warga mengajukan proposal di lokasi Lalenrie, tapi ternyata dibangun di Uloe,” ucapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...