Anak Sopir Dikukuhkan Jadi Dokter Muda

SIAP MENGABDI: Dekan FK Unair Prof Soetojo memberikan sambutan dalam pelantikan dokter muda di Aula FK Unair, Kamis (24/9). (Septinda Ayu/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Kebutuhan tanah air akan tambahan tenaga kesehatan dijawab Universitas Airlangga (Unair) dengan bukti nyata. Kamis (24/9) Fakultas Kedokteran (FK) Unair melantik 209 dokter muda. Pelantikan dilaksanakan secara tatap muka (offline) dan dalam jaringan (daring) atau online.

Dalam pelantikan mahasiswa profesi dokter tersebut, terbukti keterbatasan ekonomi tidak melulu menjadi alasan seseorang untuk kesulitan menjadi dokter. Ewin Wulandari dan Ria Setiawati berhasil membuktikannya. Mahasiswa bidikmisi FK Unair itu pun akhirnya dilantik sebagai dokter muda bersama 207 mahasiswa profesi dokter lainnya.

Ewin mengatakan, menjadi dokter adalah impiannya sejak kecil. Berbagai upaya persiapan untuk meraih mimpi itu dilakukan dengan baik sejak duduk di bangku sekolah. ’’Ayah saya kan sopir. Ibu saya buka toko di pasar. Karena ekonomi kurang mampu, saya bertekad untuk mendapatkan beasiswa,’’ katanya.

Sejak duduk di bangku sekolah, khususnya SMA, Ewin selalu berusaha mendapatkan nilai yang tinggi. Dia ingin bisa masuk lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

’’Kalau seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) kan biayanya juga mahal. Jadi, saya harus bisa lolos SNMPTN,’’ ujarnya.

Ewin bersyukur bisa diterima di FK Unair jalur bidikmisi. Selama kuliah, dia juga terus berusaha untuk mempertahankan nilai dengan baik. ’’Selama enam tahun ini ada bantuan bidikmisi. Ini membantu sekali. Jadi, kuliah tidak bayar. Hanya beli buku,’’ kata dia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...