Fokus Pembangunan Proyek Fisik, APBD Perubahan 2020 Makassar Terancam Ditolak

Anggota Banggar DPRD Makassar, Mario David

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– APBD perubahan masih dalam pembahasan finalisasi. DPRD Kota Makassar menyayangkan penyelesaian draft APBD perubahan sangat terlambat tidak sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jubir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Mario David menggugat Pemerintah Kota Makassar karena telah menyalahi platfon prioritas anggaran yang telah dibuat.

Hal ini juga dirasa tidak sesuai Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2020 dan Peraturan Kemendagri tentang belanja tahun 2020 seharusnya fokus penanganan dan penaggulangan bencana non alam Covid-19 hingga pemulihan ekonomi nasional termasuk di Makassar

Menurut Mario, grafik kemiskinan dan pengangguran terus meningkat sejak pandemi melanda Indonesia. Namun belanja anggaran justru tidak menyasar pada permasalahan krusial tersebut.

“Harusnya anggaran itu dibuat dan dimasukkan ke dalam proyek padat karya yang bisa menyerap tenaga kerja. Nah, prioritas yang diberikan oleh TPAD ini semua melaksanakan proyek yang luar biasa besar. Pertama terkait pendesterian Rp127 miliar, renovasi losari sekitar Rp 20 miliar, dan pengadaan mobil konverter sampah juga Rp 20 an miliar,” terang Mario di Gedung DPRD Makassar, Jumat (25/9/2020).

“Untuk apa kita mau laksanakan proyek besar itu padahal rakyat kita kelaparan. Jangan ngurus sampah dulu kita harus urus perut rakyat dulu, kerja rakyat dulu, bukan penampilan yang kita laksanakan,” ketusnya.

Sehingga tidak aneh jika dua komisi di DPRD Makassar secara tegas menolah draft anggaran perubahan tersebut. Termasuk Komisi B yang memberi deadline ke pemerintah kota sampai 30 September untuk merampungkan draft APBD perubahan. Jika tidak, dengan tegas draft tersebut akan ditolak.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...