Gatot Nurmantyo: Bayangkan Ketuhanan YME Menjadi Ketuhanan Yang Berkebudayaan

Jumat, 25 September 2020 09:07

Gatot Nurmantyo (tengah) saat menghadiri deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi. Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal, Gatot Nurmantyo mengungkapkan sejumlah alasan bahwa bahaya laten komunis gaya baru semakin nyata.

Keyakinannya itu diungkapkan Gatot dalam wawancara ekslusif di salah satu stasiun televisi swasta nasional pada Kamis (24/9).

“Semakin hari semakin real. Tidak usah mundur ke belakang, mulai dari 2008 aja sudah tidak ada pelajaran G30S PKI,” ujar Gatot Nurmantyo.

“Kemudian, langsung saja deh yang jelas-jelas Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa aku bangga menjadi anak PKI. Kemudian menyatakan bahwa peristiwa G30S/PKI itu adalah pelakunya yang membantai adalah TNI,” sambungnya.

Gatot juga menyebut bahwa anak-anak dan keturunan PKI banyak yang masuk PDI Perjuangan dari cabang hingga pengurus pusat.

“Kemudian mengatakan bahwa anak-anak keturunan PKI itu masuk di PDIP mulai dari cabang sampai dengan Pusat,” kata Gatot.

Teranyar, lanjut Gatot, kebangkitan PKI itu semakin nyata dengan adanya upaya menyelinap ke dalam perundang-undangan melalui RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Di mana sejumlah Pasal mengindikasikan PKI.

Sumber : pojoksatu.id
Bagikan berita ini:
2
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar