Istrinya Agus Menjerit dan Tidak Bisa Memasak, Gara-gara Ini…

Agus merasa menderita. Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Gowa terjadi di masa pandemi Covid-19 ini.

FAJAR.CO.ID, GOWA – Agus merasa menderita. Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Gowa terjadi di masa pandemi Covid-19 ini.

Sudah tiga bulan lamanya, dia dan warga lainnya di Dusun Binabasa, Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan dapur.

“Saya bahkan mencari gas sampai ke Kabupaten Takalar. Namun nihil juga,” kata pria bernama lengkap Agus Barumbung ini, Jumat (25/9/2020).

Dia tak menyangka, masa pandemi ini ternyata sangat berdampak buruk pada ketersediaan tabung gas di kampungnya itu untuk kebutuhan rumah tangga.

Akibat kelangkaan itu pun, istrinya terpaksa membeli makanan siap saji. Alhasil, biaya yang dikeluarkan dalam rumah tangga Agus lebih besar daripada kelangkaan terjadi.

“Saya tepaksa beli makanan di luar karena tidak bisa memasak. Warga yang menjual gas, tapi harganya Rp25 ribu dari harga sebelumnya hanya Rp16 ribu,” tambahnya.

Agus menyebut, kelangkaan gas elpiji selama tiga bulan ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah setempat.

Warga berusia 37 tahun ini pun melanjutkan, kelangkaan ini tidak hanya berdampak di urusan dapur. Tetapi juga berpengaruh dalam sektor pertanian di sana.

“Tidak hanya dapur. Para petani juga menjadikan pompanisasi di sawah (pakai tabung gas), pengganti premium. Para petani terancam pun gagal panen akibat kekeringan,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...