Jaksa Agung Burhanuddin Tegaskan Tak Pernah Komunikasi Djoko Tjandra

  • Bagikan
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

“Sejak saat itu saya tidak pernah lagi berhubungan dengan yang bersangkutan. Waktu itu Saya mengumpulkan teman-teman LSM untuk diajak bicara bagaimana menyelesaikan perkara di Sulsel. Sehingga saya kenal Andi Irfan. Hanya sebatas itu saja,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Supriansa meminta penjelasan Burhanuddin terkait Pinangki yang bertemu Joko Tjandra. Bahkan, disebut-sebut Burhanuddin sempat video call dengan Joko Tjandra menggunakan smartphone milik Pinangki.

Burhanuddin juga menjawab munculnya inisial BR dalam dakwaan terkait action plan Pinangki di persidangan. Menurutnya, dia telah memerintahkan jajarannya mengusut kasus Pinangki secara terbuka.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono membenarkan inisial BR yang muncul dalam dakwaan Pinangki adalah Burhanuddin. Namun, lanjut Ali, Burhanuddin tidak pernah menghalangi jaksa penuntut umum (JPU) menyebutkan namanya dalam surat dakwaan.

“Betul, memang disebutkan dalam surat dakwaan. Di sana disebutkan bahwa inisial BR adalah Pak Burhanuddin. Itu adalah Jaksa Agung. Namun, Jaksa Agung tidak pernah menghalang-halangi JPU menyebutkan nama beliau,” jelas Ali.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali, mengklarifikasi isu yang dinilai menyudutkan dirinya terkait kasus Joko Tjandra. Dia mengaku difitnah. Karena ada pihak tertentu yang menjual namanya.

Hatta menegaskan MA tidak pernah mengeluarkan fatwa yang mengoreksi keputusan PK. “Mengenai fatwa MA yang dijanjikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, adalah hal yang sangat mustahil. Karena MA tidak pernah sekalipun mengeluarkan fatwa yang bersifat teknis untuk membatalkan atau mengoreksi keputusan PK. Permohonan fatwa itu sendiri tidak pernah diterima di MA,” tegas Hatta di Jakarta, Kamis (24/9).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan