Jamin Ketersedian Beras Aman, Mentan SYL: Stok di Bulan Agustus Ada 7,83 Juta Ton

Jumat, 25 September 2020 20:54

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di acara Rakorpim PC-PEN K/L 2020 di Bintan, Jumat 925/9). Foto: Humas Kementan.

“Musim panen biasanya harga menurun dan kita (pemerintah-red) harus intervensi. Kita harus mempersiapkan daya serap, tidak cukup hanya dengan Bulog, tetapi dengan sinergi kementerian lain. Seperti BUMN ada Berdikari, Pertani dan lainnya,” jelas SYL.

Untuk perkembangan komoditas pertanian yang lainnya, seperti jagung, hortikultura, daging ayam dan telur, SYL menjelaskan bahwa program yang ada telah sesuai harapan dan target perencanaan.

Sementara itu, untuk dukungan pembiayaan bagi petani, selain dana APBN, sektor pertanian juga mendapatkan dukungan KUR (Kredit Usaha Rakyat) pendampingan sebanyak Rp 34,2 triliun.

Namun demikian, Mentan SYL menyampaikan harapan agar dua Menko yang hadir di forum itu, Airlangga dan Luhut, memberikan penguatan KUR dengan berbagai insentif.

“Saya harap, Pak Menko, disiapkan KUR dengan insentif khusus untuk membeli alsintan, yakni dengan satu provinsi satu triliun,” ucapnya.

“Traktor besar, penggilingan, RMU, penggilingan beras. Kami punya 186 penggilingan, 80 persennya sudah ketinggalan zaman. Kalau ini (KUR-red) berikan dengan skala kredit dan ini berputar, maka paling lambat dalam setahun akan menghasilkan” lanjut SYL.

Pihaknya optimistis dengan intensif yang diberikan pada input produksi menggunakan KUR, mekanisasi yang diterapkan dapat mengurangi angka losses pada produksi. Dari yang biasanya ada di angka 9 sampai 13 persen, bisa diminimalisir hingga 3 sampai 4 persen saja.(jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
3
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar