LBH Pers Kecam Penangkapan Aktivis Pers Mahasiswa Washilah

Jurnalis Pers Mahasiswa UINAM diamankan polisi saat liputan Hari Tani Nasional. Foto: Istimewa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar mengecam tindakan penangkapan aktivis Pers mahasiswa, Shoalihin, saat meliput aksi solidaritas mahasiswa di depan Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 18.42 Wita.

Pihak LBH Pers, Firmansyah, mengatakan, tindakan penangkapan terhadap aktivis Pers mahasiswa itu jelas tindakan melanggar hukum dan tentunya mengecam tindakan tersebut.

“Penangkapan itu melanggar pasal 28F UUD 1945 berkaitan dengan hak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan memberikan informasi dengan menggunakan media apa saja yang ada, hak yang juga dikuatkan oleh Pasal 14 ayat (2) Undang-undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Dia menambahkan penangkapan itu harus ditujukan pada seseorang yang sedang melakukan kejahatan sehingga tidak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk menahan seorang dan itu jelas KUHP. “Olehnya itu, karena hukum maka kawan Pers Mahasiswa tersebut harus dilepaskan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, satu dari tiga aktivis Pers Mahasiswa Washilah Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar (UINAM) ditangkap aparat kepolisian saat meliput aksi solidaritas di depan Mapolrestabes Makassar.

Aksi solidaritas para mahasiswa tersebut merupakan bentuk protes karena lima rekan mereka diamankan saat tengah memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor DPRD Sulsel pada siang harinya, lantaran terjadi kericuhan antara aparat dan pendemo.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...