Pembunuhan Pendeta Yeremia, Polisi Dituntut Tangkap Pelakunya

Pendeta Yeremia

FAJAR.CO.ID,PAPUA – Kematian pendeta senior Yeremia Zanambani (68) mematik reaksi sejumlah ativis dalam negeri hingga Amnesty Internasional. Polri pun dituntut segera menangkap mengusut pelaku.

TNI juga diminta turun tangan, dengan membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap tewasnya Yeremia di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 19 September 2020 lalu.

”Di era demokrasi, semua berhak mengeluarkan pendapat. Menyampaikan pesan hingga harapan. Presiden Jokowi telah membuka ruang dialog terhadap semua unsur. Jika penembakan ini terjadi dan menewaskan korban jiwa (Pendeta Yeremi, Red) terang dan jelas pelakunya harus ditangkap,” tegas Aktivis 98 Maruly Hendra Utama kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Kamis (24/9).

Mantan Direktur Operasional Forum for Human Rights (Front) itu menegaskan, peristiwa semacam ini, tak ubahnya dengan peristwa yang dialami para penggiat demokrasi 98, aktivis sosial dan mereka yang peduli terhadap masa depan bangsa.

”Jelas kritik ini saya sampaikan kepada Pemerintah. Jangan sampai, penembakan ini lagi-lagi menunjukkan kegagalan negara untuk menghadirkan perdamaian di Papua dan dimana pun mereka yang menyuarakan hak dan pendapat dibungkam. Kapan orang Papua bisa bebas untuk hidup tenang,” timpalnya.

Selain penegasan dari aktivis 98, Amnesty International Indonesia juga mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus penembakan pendeta senior Yeremia Zanambani yang diduga melibatkan TNI.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...