Rocky Gerung: Beda dengan SBY, Pidato Jokowi Tidak Menyatu dengan Bahasa Tubuhnya

Pengamat Politik Rocky Gerung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai, ada perbedaan mencolok antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika memberikan pidato di sidang umum majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Rocky Gerung menganggap apa yang disampaikan Jokowi tidak menyatu dengan bahasa tubuhnya. Berbeda dengan SBY, apa yang disampaikannya, kalimat dan keseriusannya menyatu dengan bahasa tubuhnya.

“Presiden SBY biasa dengan keseriusan, kalimatnya dia pilih sendiri, pidatonya yang pasti dia tulis sendiri, dan itu menyatu dengan bahasa tubuhnya. Presiden Jokowi tidak menyatu dengan bahasa tubuhnya, jadi tekanannya ngga terlihat, apalagi kalau dibandingkan dengan Bungkarno setiap kata itu dimaksudkan terarah gitu.”Ucap Roky Gerung di chanrl Youtubenya Rocky Gerung Official, Jumat (25/9).

Menurut Rocky Gerung, apa yang disampaikan Jokowi tidak lebih dari sekedar melaporkan satu keadaan. Menurut dosen filsafat ini, tidak ada yang istimewah dengan pidato Jokowi. Sebab Jokowi tidak singgung soal perubahan peta politik di Timur Tengah.

“Presiden ngga singgung soal Cina Selatan, Presiden ngga singgung soal perubahan politik di Timur Tengah karena Israel berdamai dengan Arab, lalu merubah peta politik segala macam itu, dan itu sebenarnya yang ingin dilihat orang. Presiden sebenranya dalam pidato itu melaporkan keadaan, lalu ditambahin bumbu sejara Asia Afrika, Palestina yang sebenranya itu sudah menjamdi fakta,” papar Rocky Gerung.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...