Rustam Ibrahim: Alih-alih Pandemi COVID-19 Hilang, Ekonomi Rakyat Kecil Jadi Korban

Jumat, 25 September 2020 09:17

Titik pemeriksaan atau check point penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.Com

Dia pun mengkhawatirkan keterpurukan ekonomi masyarakat menengah bawah, jika PSBB ketat tetap diberlakukan.

“Bagi rakyat kecil, penyakit akibat kemiskinan atau kelaparan bisa lebih parah dan menyebabkan tingkat kematian jauh lebih tinggi,” ucap Rustam.

Rustam meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah sinergis dan fokus terhadap pengawasan protokol kesehatan secara tegas, serta konsisten.

Senada, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan PSBB ketat di DKI Jakarta akan membayangi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua 2020.

“Perkembangan ekonomi sektoral kuartal III dan IV dibayangi risiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta sejak tanggal 14 September dan resiko akibat peningkatan kasus COVID-19,” ujarnya.

Dijelaskannya, sektor jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan, akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraan semula. Ini diakibatkan karena peningkatan kasus positif COVID-19.

“Demikian pula sektor industri pengolahan, pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional. Sebab sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat sehingga mulai membelanjakan uangnya,” terangnya.

Bagikan berita ini:
3
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar