Anak Tujuh Tahun Saksikan Pamannya Ditikam dan Tewas Bersimbah Darah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Malam itu adalah saat yang mengerikan. IC yang masih belia, menyaksikan langsung pembunuhan yang menimpa pamannya secara sadis.

Dengan mata kepala sendiri, anak berusia tujuh tahun ini melihat jelas pamannya, David, 23 tahun ditikam di Rusunawa Lette, Kota Makassar, Kamis dini hari (24/9/2020).

Pamannya itu ditikam sebanyak 10 kali yang diduga terlibat persoalan asmara dengan pelaku Daeng Lala, 44 tahun yang kini mendekam di jeruji besi Polsek Mariso.

Anak seusia IC tidak pantas melihat peristiwa pertumpahan darah itu. Kondisi anak gadis berambut panjang lurus ini masih trauma.

Saat berbicara pun IC masih belum terbuka seluruhnya. Masih teringat dengan tumpahan darah dari tubuh David. Bagian dalam tubuh korban terlihat dan terkesan mengerikan.

"Keponakan korban yang lihat hingga langsung sembunyi di kamar karena baku hantam," kata ibu kandung IC, inisial LD, 26 tahun, Sabtu (26/9/2020).

Dari pemantauannya, IC masih sempat melihat pamannya itu terbangun dari tidurnya sebelum akhirnya ditikam dan tewas di tempat akibat ulah Daeng Lala.

Tak kuat melihat tumpahan darah pamannya, IC langsung keluar dan bersembunyi di kamar lain.

"(Pasca ditikam), sempat juga saya tanya David, kenapako? Tapia tidak bilang-bilang. Lalu saya turun, pergi jemput mamanya di pantai kalau ada kabar, David sudah tidak goyang-goyang," tambah LD.

Beruntung aparat kepolisian dari Polsek Mariso dan Polda Sulsel turun langsung, dan mengejar pelaku hingga ke Kabupaten Gowa.

Polisi bersenjata lengkap langsung mencegat pelaku saat melintas di sekitaran Kecamatan Somba Opu, setelah beberapa jam melakukan pengintaian.

""Pelaku ini mengakui motif dari pembunuhan ini didasari atas kecemburuan dengan korban," kata Kasi Humas Polsek Mariso, Bripka Naim. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan