Anggap Tidak Manusiawi, ARA: Appi-Rahman Terpilih, Gaji Honorer Naik Jadi Rp2 Juta

Ara di antara Appi-Rahman. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak pegawai kontrak atau honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang belum mendapat upah layak bahkan masih jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA), menilai, gaji yang hanya Rp1,5 juta per bulan itu sangat kecil dan tidak cukup untuk menutupi biaya hidup selama sebulan.

Belum lagi ada pemotongan Rp 200 ribu untuk tunjangan hari tua Rp 150 ribu dan pemotongan BPJS Kesehatan 1 persen dari gaji atau Rp 50 ribu. Jadi hanya tersisa Rp 1,3 juta.

ARA menegaskan, jika Munafri Arifuddin dan Rahman Bando terpilih kelayakan gaji tenaga kontrak akan terealisasi. Bahkan ARA yang juga Koordiantor Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar itu akan mendorong kenaikan gaji honorer yang awalnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

“InsyaAllah saya dengan Appi-Rahman telah berkomitmen, jika memang terpilih jadi Walikota dan Rahman Bando sebagai Wakil Walikota kami akan mempertimbangkan dan berusaha menaikkan gaji tenaga kontrak dan honorer yang tadinya hanya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta,” ungkap ARA di Gedung DPRD Makassar, Sabtu (26/9/2020).

Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini menyatakan, selama ini para tenaga kontrak yang bekerja full time. Bahkan terkadang hampir semua pekerjaan PNS dikerjakan oleh tenaga kontrak. Di sisi lain banyak pula ASN yang hanya ‘terima beres’ akan pekerjaannya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...