Beri Atensi Kasus Kekerasan Pers di Sulselbar, Begini Penegasan Ketua DPD RI ke Polisi

Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti saat hadir di Redaksi Harian Fajar. (YUSRAN/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI LaNyalla Mattalitti ikut prihatin terhadap beberapa kasus yang menimpa kalangan pers di Sulawesi Selatan dan Barat baru-baru ini.

Hal itu disampaikan saat membuka focus group discussion DPD RI dengan tema “Pentingnya Transparansi Dana Bagi Hasil untuk Daerah” di Redaksi Harian Fajar, Gedung Graha Pena Makassar, Sabtu (26/9/2020).

Kasus pertama yang disorot LaNyalla adalah kasus pembunuhan Demas Laira, 28 tahun, seorang jurnalis Sulawesion.com di pinggir jalan Desa Tassoko, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada Kamis 20 Agustus 2020 sekitar pukul 02.00 Wita.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, dia diketahui tengah melakukan perjalanan kembali ke kediamannya dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Hingga kini Polda Sulbar belum bisa menangkap pelaku pembunuhannya. Saya minta Kapolri untuk memberikan atensi atas peristiwa tersebut,” katanya.

Kasus kedua yang juga menjadi perhatian mantan Ketua PSSI itu adalah penangkapan tiga ativis pers kampus saat meliput aksi demonstrasi warga Kodingareng terkait penolakan tambang pasil laut.

Diketahui, tiga jurnalis pers mahasiswa ditangkap Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) saat meliput aksi nelayan tolak tambang pasir pada Sabtu (12/9/2020).

Mereka Hendra (Ketua UKPM Unhas), Mansyur (Pimpinan Redaksi CakrawalaIDE UPPM-UMI), dan Raihan (CakrawalaIDE UPPM-UMI). Selain mereka, ada 7 tujuh nelayan dan 1 mahasiswa yang juga turut ditangkap.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...