Dituding Liputannya Diskreditkan Islam, Begini Pembelaan DW Indonesia


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – DW Indonesia dituding serang Islam melalui konten video yang mengulas tentang dampak buruk anak dipaksa memakai jilbab sejak kecil.

“Liputan ini menunjukkan sentimen “islamofobia” n agak memalukan utk kelas @dwnews,” kata anggota DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon.

Pendapat serupa disampaikan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menyebut seorang anak harus mengetahui identitas dirinya sejak kecil agar pandai bergaul saat tumbuh dewasa.

“Pendidikan usia dini penting mengajarkan identitas “siapa aku” agar kita pandai bergaul dengan “siapa kamu”. Gagal mengajarkan identitas bikin orang galau pada usia tua. Inilah akar dari kegagalan menyimpulkan “siapa kita” dengan baik. #BhinekaTunggalIka,” kata Fahri melalui akun Twitternya, Sabtu (26/9).

Fahri menyebut orang menjadi teroris bukan karena diajarkan identitas diri sejak usia dini.

“Orang tidak toleran bukan karena pendidikan usia dini yang mengajarkan identitas. Justru yang menjadi teroris ekstrem itu karena tidak punya konsep diri. Inilah penyakit kaum radikal kiri dan kanan, tidak percaya diri lalu serang identitas orang lain,” kata Fahri.

Menanggapi hujatan dari berbagai kalangan, DW Indonesia membela diri. Ia menyebutkan bahwa konten video yang dibuatnya sudah berimbang.

“Terima kasih atas perhatian Anda pada konten video DW Indonesia, yang menurut kami sudah berimbang, imparsial dan akurat. DW mendorong kebebasan berpendapat dan diskusi terbuka, selama sifatnya adil dan tidak diskriminatif atau berisi hinaan terhadap siapa pun,” kata DW Indonesia melalui akun Twitternya, @dw_indonesia.(one/pojoksatu)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...