Fahri Hamzah: Musuh Utama Republik Ini adalah Otak Kecil dan Hati Kotor

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wakil Ketua Partai Gelora, Fahri Hamzah ikut berkomentar terkait polemik liputan DW Indonesia yang mengulas tentang sisi negatif anak pakai jilbab sejak kecil.

Menurut Fahri, pendidikan usia dini penting mengajarkan identitas “siapa aku” agar kita pandai bergaul dengan “siapa kamu”.

“Gagal mengajarkan identitas bikin orang galau pada usia tua. Inilah akar dari kegagalan menyimpulkan “siapa kita” dengan baik,” kata Fahri di akun Twitternya, Sabtu (26/9/2020).

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menyebutkan orang tidak toleran bukan karena pendidikan usia dini yang mengajarkan identitas. Justru yang menjadi teroris ekstrem itu karena tidak punya konsep diri.

“Inilah penyakit kaum radikal kiri dan kanan, tidak Percaya diri lalu serang identitas orang lain,” sebutnya.

Kata Fahri, semua teroris di kiri dan kanan adalah orang-orang yang tidak punya percaya diri bahkan mereka adalah pengecut dan pecundang. Mereka tidak sanggup menghadapi dunia ini dengan syukur dan kebahagiaan yang bersumber pada pengenalan dasar: Tuhan, Aku, Kau, Kita dan BhinekaTunggal Ika .

Bangsa Indonesia, kata politisi asal Lombok itu merupakan 5 negara terbesar di dunia, 4 negara hidup dalam kontinen yang hampir seragam: China, India, Amerika, dan Brazil.

“Hanya negeri kita yang hidup di wilayah kepulauan yang tersebar bagai ratna mutu manikam di khatulistiwa. Tidakkah itu keajaiban?” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...