Langka… Gas Elpiji Tiga Kilogram Dinilai Tidak Tepat Sasaran

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, GOWA — Warga di Kabupaten Gowa menjerit. Urusan dapur jadi terganggu akibat kelangkaan gas elpiji tiga kilogram.

Menurut warga, kelangkaan Si Hijau ini sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir, atau sudah berlangsung selama pandemi Covid-19 ini.

Bahkan warga terpaksa harus mencari gas elpiji hingga ke kabupaten lain, demi memenuhi kebutuhan dapur di rumah.

Itu pun kalau dapat, harga gas yang dijual pun melambung tinggi. Mulai dari Rp17 ribu hingga Rp26 ribu per tabungnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gowa, Andi Sura Suaib, membenarkan kelangkaan itu. Kebutuhan dapur warganya semakin sulit saat ini.

Namun Andi Sura menyebut, kelangkaan ini terjadi sejak seminggu terakhir. Berbeda dengan keluhan warga yang menyebut sudah berlangsung tiga bulan.

“Sudah satu minggu ini. Kami telah meminta Pertamina untuk ada operasi pasar di titik yang kurang penjualan,” katanya, Sabtu (26/9/2020).

Sebelum kelangkaan terjadi, barang tersebut tersalurkan ke masyarakat namun peruntukannya tidak tepat sasaran.

Orang yang memiliki tingkat ekonomi yang di atas rata-rata, juga menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di sisi lain, yang menggunakan ada PNS, usaha menengah ke atas, dan laundry yang semestinya mereka tidak bisa (pakai),” tambahnya, melalui pesan singkat.

Alhasil, pemenuhan kuota yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Pertamina kepada Disperindag Gowa menjadu kurang. Khususnya bagi warga kurang mampu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...