Masjid Dirusak Warga yang Diduga Gila, PKS: Darurat Perlindungan Simbol Agama

  • Bagikan

Selain terhadap tokoh agama, perlindungan terhadap simbol agama, seperti rumah ibadah, juga menjadi krusial mengingat kedudukannya yang sakral dan sensitif bagi para penganutnya.

“Bagi masyarakat beragama, simbol agama adalah hal yang fundamental. Ia lahir dari pengalaman religius dan menjadi media komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sehingga harus dijaga dan dihormati kedudukannya. Konflik sosial seringkali pecah di tengah masyarakat akibat pelecehan terhadap unsur ini. Kita butuh rambu-rambu khusus, salah satunya melalui UU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama, untuk mengondisikan masyarakat agar lebih cermat dalam menyikapi kedudukan simbol agama,” jelasnya.

Anggota Baleg ini menambahkan, terdapat sejumlah implikasi positif dari penerapan UU ini apabila disahkan. Pertama, mendorong kehidupan antar umat beragama yang toleran serta penghormatan terhadap tokoh dan simbol agama yang diakui berdasarkan hukum positif di Indonesia.

Kedua, memastikan suasana sosial yang kondusif di masyarakat melalui keberpihakan hukum yang tegas menindak pelaku yang melecehkan tokoh dan simbol agama sehingga potensi ketegangan sosial bisa terhindarkan. Ketiga, mendudukan simbol-simbol agama ke posisi yang luhur dan diakui oleh hukum positif Indonesia sehingga tercipta keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang relijius.

“Simbol agama adalah sesuatu yang disakralkan dan dimuliakan oleh para penganut agama. Menodai dan melecehkan simbol agama sama halnya dengan merendahkan para penganutnya. Konsekuensinya, potensi perpecahan sulit dihindarkan. Karena itu, diperlukan adanya perlindungan terhadap semua simbol agama dari segala bentuk penodaan, pelecehan, dan perusakan,” pungkasnya.(msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan