Sektor Pertanian Sumbang Kelangkaan Gas Elpiji di Gowa

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram masih berlangsung di Kabupaten Gowa. Sektor pertanian jadi penyumbang Si Hijau itu sulit didapat warga.

Selain peruntukannya yang tidak tepat sasaran, penyebab kelangkaan yang lain adalah penggunaan gas elpiji bagi petani.

Para petani menggunakan pompa dengan berbahan bakar gas elpiji tiga kilogram. Hal itu dianggap lebih ekonomis daripada premium.

“Penggunaan agak besar di petani pada pompa airnya. Padahal penggunaan pompa belum masuk dalam kuota. Kita juga sudah meminta penambahan kuota, berdasarkan kebutuhan petani sekitar 300 ribu tabung,” kata Kadis Perindag Gowa, Andi Sura Suaib, Sabtu (26/9/2020).

Bahkan pihaknya juga telah bersurat ke sejumlah pelaku usaha, agar tidak menggunakan elpiji tiga kilogram di sektor industri.

“Sudah disurati agen agar menyampaikan ke pangkalannya agar tidak melayani usaha menengah ke atas, laundry, serta mengutamakan masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Menurut Andi Sura, kelangkaan ini terjadi sejak seminggu terakhir. Sementara menurut warga ini terjadi sudah tiga bulan terakhir.

“Sudah satu minggu ini. Kami telah meminta Pertamina untuk ada operasi pasar di titik yang kurang penjualan,” katanya.

Dusun Binabasa, Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan dapur.

“Saya bahkan mencari gas sampai ke Kabupaten Takalar. Namun nihil juga,” kata warga, Agus Barumbung, 37 tahun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...