Terkait Jumlah DPS yang Turun Drastis, Ini Penjelasan KPU

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perhelatan kontestasi Pilwalkot Makassar minus tiga bulan lagi. KPU telah menetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 899.932 jiwa. Dengan rincian sebanyak 435.407 laki-laki, dan 464.325 perempuan. Jumlah daftar pemilih sementara tersebut tersebar di 15 kecamatan atau tersebar di 153 kelurahan.

Angka ini dipertanyakan Juru Bicara calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), Tri Sulkarnain Ahmad.

“Tidak mungkin Pileg 2019 lebih besar jumlah pemilihnya dibanding Pilwali 2020,” tutur Tri kepada fajar.co.id, Sabtu (26/9/2020).

Ia mempertanyakan metode pendataan yang dilakukan KPU Makassar sehingga DPS turun drastis sejak Pilwalkot 2018 dan Pileg 2019.

Diketahui, jumlah DPS pada Pileg 2019 lalu sebanyak 954.437 orang. Dengan rincian sebanyak 465.013 laki-laki, dan 489.424 perempuan yang tersebar di 153 kelurahan.

“Kemana pemilih yang lain sampai jauh drastis turunnya. Pada Pileg lalu total pemilih sebanyak 954.437 orang,” ungkapnya.

Sekretaris BP Pemuda Pancasila Sulsel itu menekankan jangan sampai metode coklit di masa pandemi membuat banyak pemilih tidak terdata. Padahal anggaran Pilkada tahun ini membengkak lantaran adanya penambahan TPS, APD untuk petugas dan item pendukung lainnya guna menekan penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai metode dan cara coklit di masa pandemi ini membuat banyak pemilih tidak terdata, dan itu tidak bisa menjadi alasan, karna anggaran pilkada ini mengalami penambahan. Misalnya, untuk APD petugas. Dengan begitu mestinya maksimal,” imbuhnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...