Lewat Program Kemitraan Unhas-Unismuh, Petambak di Pangkep Peroleh Alat Pengelolaan Garam

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas, Dr Abdul Rasyid Jalil menyerahkan bantuan alat untuk pengelolaan garam bagi petambak garam di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro.

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Teknologi dan peralatan pendukung bagi petambak garam saat panen dihadirkan dalam Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Hasanuddin-Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin, Dr Abdul Rasyid Jalil, menjelaskan, untuk mendukung produktivitas garam yang berkualitas pihaknya menyerahkan bantuan peralatan bagi petambak garam di Desa Bulu Cindea.

“Kita ingin garam petambak itu lebih baik dan pengelolannya lebih bagus. Jadi dalam program kemitraan ini diberikan bantuan alat untuk memudahkan dalam mengelola garam rakyat serta bisa lebih cepat dari biasanya,” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan, bahwa ada tiga alat yang diserahkan ke petambak garam, agar dapat digunakan setiap panen nantinya.

“Untuk mendukung garam rakyat yang berkualitas kami serahkan bantuan berupa alat pengering, penghalus garam dan alat pencampuran yodium,” katanya.

Senada dengan itu, Dosen Perikanan Unismuh Makassar, Dr Rahmi menjelaskan bahwa, adanya bantuan teknologi untuk pengelolaan garam diharapkan dapat membantu petambak dan meningkatkan kualitas garam rakyat.

“Yang utama juga membantu petambak saat panen. Jadi dengan hadirnya alat pengering ini petambak garam tidak lagi kesulitan saat panen di musim penghujan, ini lebih memudahkan mereka saat mengelola garam yang sudah dipanen, hasilnya juga jauh lebih baik dan berkualitas,” tambahnya, Minggu, 27 September. (fit)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...