Kelangkaan Gas Elpiji Murni Salah Sasaran, Bukan Dampak Pandemi


FAJAR.CO.ID, GOWA – Gas elpiji tiga kilogram masih sulit didapat warga di Kabupaten Gowa. Disperindag membantah jika itu terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Kepala Disperindag Gowa, Andi Sura Suaib, menjelaskan, keterkaitan antara gas elpiji dan pandemi sama sekali tidak berpengaruh meskipun kelangkaan terjadi di masa saat seperti ini.

Andi Sura hanya menyebut, kelangkaan terjadi murni karena adanya penyaluran yang tidak tepat sasaran, yang semestinya hanya untuk masyarakat kurang mampu.

“Sepertinya tidak (terpengaruh dengan pandemi). Ada indikasi penggunaan yang agak besar di petani pada penggunaan pompa airnya,” katanya, Senin (28/9/2020).

Kata dia, orang yang memiliki penghasilan di atas rata-rata, juga menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di sisi lain, yang menggunakan ada PNS, usaha menengah ke atas, dan laundry yang semestinya mereka tidak bisa (pakai),” tambahnya melalui pesan singkat.

Alhasil, pemenuhan kuota yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Pertamina kepada Disperindag Gowa menjadu kurang. Khususnya bagi warga kurang mampu.

“Kuota pemenuhan gas elpiji tiga kilogram ini ada sekitar 1,5 juta tabung untuk bulan Agustus 2020,” jelas Andi Sura.

Namun kuota itu dianggap tidak cukup hingga kelangkaan terjadi di Kabupaten Gowa, di masa pandemi Covid-19 ini.

“Sudah tiga bulan langka ini. Saya tepaksa beli makanan di luar karena tidak bisa memasak. Warga yang menjual gas, tapi harganya Rp25 ribu dari harga sebelumnya hanya Rp16 ribu,” kata seorang warga Kecamatan Bajeng Barat, Agus Barumbung, 37 tahun. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...