Kirim Surat Terbuka untuk Gubernur Sulsel Soal Bendungan Lalengrie, Zakir Sabara Ungkap Ini

Bendungan Lalengrie

FAJAR.CO.ID, BONE — Warga Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja menghentikan pembangunan proyek bendungan dan jaringan Ilirigasi Lalengrie. Proyek senilai Rp21,5 miliar itu tidak sesuai dengan proposal yang diajukan.

Melihat dan mendengar aksi penolakan oleh warga, Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata turun gunung. Desa itu tak lain dan tak bukan adalah desanya. Orang tuanya H Wata pernah menjabat sebagai Kepala Desa selama 30 tahun.

Zakir pun melayangkan surat terbuka untuk Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Dalam surat itu dia menuliskan sepertinya ada lagi yang mau hianati kepercayaanta, karena menurut Warga Desa Ujung Lamuru Kec Lappariaja Kab Bone, lokasi bendungan tidak sesuai dengan proposal warga dan tidak sesuai dengan kontrak.

“Lokasi bendungan semestinya di lalenrie, tapi fakta pembangunan di Uloe, bergeser kurang lebih 500 meter dari lokasi awal dengan tingkat elevasi yang lebih rendah,” katanya kepada FAJAR Senin (29/9/2020).

Menurut Zakir, konsultan perencana sesuai dokumen yang dibagikan kepada warga saat Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) berbeda dengan Konsultan yang tertera pada papan proyek. Di papan proyek itu dikerjakan oleh PT Bumi Indolim Perkasa, Konsultannya CV Sukma Lestari dengan waktu pelaksanaan 150 hari.

“Warga merasa dihianati dan dibohongi karena sejak awal lain lokasi yang diukur dan disepakati lain pula yang dikerjakan, sehingga masyarakat Desa Ujung Lamuru merasa sangat dirugikan dan tidak akan menerima manfaat dari pembangunan yang saat ini sedang berlangsung, bahkan saat ini sangat dirugikan karena lahan perkebunan mereka sudah banyak dirusak tanpa ijin dan tanpa ganti rugi,” bebernya

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...