Penumpang Kereta Api Sisa 10 Persen, Erick Thohir: KAI Harus Rehat Sejenak


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa ‘beristirahat’ sementara waktu untuk mengurangi layanannya terhadap penumpang. Ini dilakukan selama masa pandemi masih berlangsung.

“Di masa pandemi ini (KAI) harus rehat sejenak mengurangi penumpang,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (28/9).

Erick menambahkan, meski KAI masih beroperasi, namun BUMN transportasi itu terus berbenah. Pasalnya, pandemi mengharuskan semua perusahaan melakukan inovasi besar dalam layanan.

“Mendekatkan jarak semua lapisan masyarakat, menyatukan silaturahmi, mengantarkan masyarakat beraktivitas, mempertemukan sanak-saudara,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengakui, wabah pandemi memang memberikan pukulan yang berat bagi perseroan. Selama penerapan PSBB saja, volume penumpang tersisa 10 persen saja.

Sehingga, pihaknya terus melakukan berbagai strategi dengan oenerapan protokol Covid-19. Seperti misalnya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di stasiun dan dalam kereta untuk mencegah penyebaran virus korona.

Di samping itu, KAI membatasi tingkat keterisian penumpang maksimal 40 persen untuk KRL dan 70 persen untuk kereta api jarak jauh. “Kami lindungi petugas yang jadi garda terdepan dengan fasilitas lengkap,” imbuhnya.(jpg/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...