Program Kerja Kandidat Monoton, Makassar Butuh Pemimpin Solutif

KPU Kota Makassar menggelar Rapat Pleno Terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Seluruh pasangan calon sudah turun berkampanye di 12 daerah. Tetapi, programnya dinilai monoton. Insentif jadi jualan utama.

Pengamat Ekonomi Unhas, Anas Anwar Makkatutu menilai program yang ditawarkan para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar di masa pandemi coronavirus desease 2019 (covid-19) pastinya berbeda dengan masa normal.

Programnya, kata dia, mengutamakan kesehatan. Tetapi, di sisi lain sektor ekonomi juga dapat berjalan. Sejauh ini, program yang ditawarkan calon mirip. Sama dengan calon sebelumnya di kontestasi Pilkada. Monoton. Programnya selalu terpusat pada insentif.

Insentif, diakuinya, hanya salah satu contoh. Insentif yang ditawarkan kandidat tidak jelas. Khususnya, sumber anggaran insentif itu. “Darimana mereka punya uang untuk menggerakkan ekonomi dan pelayanan ke masyarakat,” bebernya.

Ketua Prodi S3 Ilmu Ekonomi Unhas ini menegaskan cara memperoleh pendapatan juga tidak semata-mata mengandalkan dari APBN dan APBD. Perlu ada terobosan yang lebih efektif dan solutif.

“Kalau masih berkutat di pendapatan melalui PAD seperti pajak dan retribusi, semua orang sudah tahu. Lantas, bagaimana mereka bisa yakin mampu mengandalkan itu di masa sulit seperti saat ini?” tegasnya.

Karena itu, ia berharap calon atau calon pemimpin pemerintahan harus memiliki skema-skema baru untuk menggenjot pendapatan selain pajak dan retribusi. Padahal masih banyak potensi yang dimiliki daerah. Termasuk Makassar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...