Soal Dugaan Mark Up Anggaran Covid, Tiga OPD Bone Jadi Fokus Polda

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, BONE — Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel terus mendalami laporan sekaitan dugaan mark up anggaran Covid-19 di Bumi Arung Palakka.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Soal dugaan mark upnya.

Sekaitan dengan item anggaran penyelidikan Polda nanti akan dibuka kalau sudah waktunya.

“Kalau ke item-item anggarannya langsung, itu nanti setelah kalau mau naik sidik. Item apa saja yang harganya dimahalin,” katanya Senin (28/9/2020).

Perwira berpangkat satu melati itu menegaskan bahwa, semua OPD di Pemkab Bone yang berkaitan dengan itu akan dimintai klarifikasi.

“Yang kami sasar Dinas Kesehatan, BPBD, dan Dinas Sosial. Item-itemnya nanti akan dijelaskan, sebab ada perbedaan dari satgas dan BPBD soal penyediaan barang dan jasa,” jelasnya.

Sekadar diketahui Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel sudah meminta klarifikasi kepada Sekretaris PPC Dray Vibrianto (Kepala BPBD), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bone Najamuddin, Kasat Pol PP Andi Akbar. Selain itu masih ada sejumlah OPD terkait dan camat yang akan dimintai klarifikasi. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...