Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara, Pengacara Djoko Tjandra: Kita Buktikan di Pengadilan

Tersangka BLBI dan suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Tjandra meninggalkan Gedung Jampidsus, Kejagung, Jakarta, Senin (31/8/20). Djoko Tjandra sebagai tersangka kasus suap kepada oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tiga tersangka kasus surat jalan palsu yakni Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking segera didaftarkan ke pengadilan untuk disidang. Hal ini menyusul selesainya pelimpahan berkas perkara tahap II kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (28/9).

Kuasa hukum Djoko Tjandra, Krisna Murti berharap nanti dalam persidangan hakim dapat membuktikan sangkaan pasal yang dituduhkan kepada klienya.

“Kita buktikan aja sangkaan terhadap Djokcan (Djoko Tjandra) terkait surat palsu,” kata Krisna.

Bersamaan dengan pelimpahan ini, maka Djoko Tjandra tidak akan diperiksa lagi di Kejari Jakarta Timur. Hanya akan ada pencocokan barang bukti yang diserahkan dengan berkas perkara.

“Barang bukti yang disita dari klien kami hanya HP,” jelas Krisna.

Terkait alasan pelimpahan Djoko Tjandra dilakukan ke Kejari Jakarta Timur, padahal tempat terjadinya tindak pidana di Jakarta Selatan, Krisna menyebut itu kewenangan penyidik.

“Mungkin datangnya kan dari (bandara) Halim Perdanakusuma dan penggunaan surat waktu pak Djoko jalan (keluar masuk) dari Halim,” pungkas Krisna.

Dalam perkara pemalsuan surat jalan, Djoko dituduhkan melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedangkan, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...