11 Ribu Pekerja di Sulawesi Maluku Belum Dapat BSU, Ini Penyebabnya

Para pekerja kantoran di Jakarta saat pulang kerja. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Sebanyak 11 ribu pekerja di wilayah Sulawesi Maluku gagal mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Deputi Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto membenarkan hal tersebut. Menurutnya terdapat 200 ribu data yang harus diperbaiki secara keseluruhan dan khusus wilayah Sulawesi Maluku terdapat 11 ribu data pekerja yang harus dicocokkan ulang dan dikembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita kembalikan ke perusahaan masing-masing terus dicocokkan data karyawannya setelah dicocokkan kita upload datanya karena tidak perlu lagi kita kirim berkas ke sana (pusat),” kata Toto Suharto, Selasa (29/9/2020).

Toto menjelaskan penyebab para pekerja tidak kunjung mendapat BSU karena beberapa rekening tidak valid, misalnya tidak aktif lagi atau bahkan nama rekening berbeda dengan nama yang tercantum di KTP.

“Untuk yang belum dapat BSU bisa mengecek ke lapor bantuan Kemenaker, kenapa dikembalikan? karena tidak valid, nama rekening dan nama sebenarnya tidak sama. Itu segera diperbarui, itu dikembalikan laporan kami. Kita diminta proses ulang,” jelasnya.

Kendati demikian, sejauh ini progres pencairan BSU di Sulsel sudah mencapai 79 persen. Toto menuturkan sebanyak 255 ribu pekerja di Sulsel dari yang diusulkan telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing peserta sekitar 201 ribu pekerja dan sisanya menunggu giliran.

“Dalam satu kantor biasa ada yang sudah terima ada yang tidak. Penyebabnya yah uang pencairannya itu random. Kedua bank himbara lebih cepat. Yang jelas kalau memenuhi syarat pasti dapat,” tuturnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...