Benarkan Komunisme Masih Ada, Gubernur Lemhanas: Tetap Perlu Bangun Kewaspadaan

Selasa, 29 September 2020 21:29

Penemuan logo palu arit yang tergambar di bendera merah putih ditemukan di Unhas beberapa waktu lalu. (int)

FAJAR.CO.ID — Gerakan yang berbau dengan komunisme masih eksis di dunia sampai saat ini. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen (purn) TNI Agus Widjojo, membenarkan hal itu.

Dia menilai, isu komunisme harus dilihat dengan pemahaman yang mendalam dan komprehensif. Menurutnya, untuk Indonesia, ideologi tersebut tidak memiliki ruang menjadi gerakan.

“Permasalahan tentang PKI ini, oleh karenanya, tidak bisa didekati secara hitam putih. Kalau kita katakan bahwa komunisme sudah mati, di dunia toh masih ada pertemuan komunis yang diadakan di Yunani pada 2017 dan masih banyak negara yang memiliki partai komunis. Terdapat 58 negara dengan keberadaan 74 partai komunis,” kata Agus dalam webinar tentang ‘Penggalian Fosil Komunisme untuk Kepentingan Politik?’ yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S) pada Selasa (29/9/2020).

Di negara-negara seperti Turki, Yunani, Australia dan Austria, komunisme hidup dalam bentuk partai buruh. Sedangkan di Azerbaijan, Bangladesh, Belgia, Inggris, Kanada, Kuba, Denmark, Jerman, India, Irak, Lebanon, Meksiko, Norwegia, Palestina, Portugal, dan Polandia, memiliki partai komunis dalam bentuk tradisional.

Bagikan berita ini:
9
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar