Bersifat Komersil, Dinas Bapenda Sebut Reklame Imbauan Protokol Kesehatan Tak Berbayar

ILUSTRASI. Penurunan Reklame

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Asosiasi Pengusaha Reklame Indonesia (ASPRI) bersama PT Mega Nikmat Nusantara melayangkan somasi kepada Dinas Bapenda Kota Makassar.

Lantaran Bapenda Kota Makassar diduga sering kali memanfaatkan baliho yang terpampang di jalan Karunrung untuk mencari keuntungan dengan cara menyewakan ke pihak yang membutuhkan layanan iklan produk seperti di pihak swasta atau pribadi.

“Bahkan saat disewakan kepada salah satu Paslon Pilwalkot Makassar yang mana hasil sewanya diduga kuat dinikmati sendiri oleh oknum Kepala Dinas Bapenda,” kata Ketua Bidang Hukum ASPRI, Anwar, pada Selasa (29/9/2020).

Anwar menjelaskan sebelumnya billbord yang bertuliskan imbauan protokol kesehatan tersebut dipajang berdasarkan hasil keputusan dan kesepakatan kerjasama antara BNPB, Satgas Covid-19, PMI Sulsel dan ASPRI.

“Tapi gambar itu justru diturunkan tanpa izin dan diganti dengan gambar salah satu Paslon Wali Kota Makassar,” jelasnya.

Ia menyebut tindakan yang dilakukan Bapenda Kota Makassar masuk dalam kategori sebagai perbuatan melawan hukum oleh penguasa atau tindakan sewenang-wenang.

Olehnya, lanjut Anwar, pihak PT Mega Nikmat Nusantara meminta kejelasan kemana uang hasil penyewaan baliho tersebut ke paslon yang menggunakan serta beberapa produk lain misalnya panin auto show, ucapan selamat ramadan dari Ketua DPRD Kota Makassar dan beberapa produk lainnya.

Sebelumnya diketahui Pemberian Izin Pembangunan Baliho Permanen Nomor 973/1294/Dispenda/X/2012 menetapkan PT Mega Nikmat Persada Nusantara sebagai pemegang izin pembangunan baliho yang terletak di jalan Karunrung.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...