Direktur LJI: Erwin Aksa Lebih Potensial Jadi Calon Gubernur Pasca-Pilwalkot Makassar

Direktur Lingkaran Jurnal Indonesia (LJI), Basri Kajang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 dinilai memiliki pengaruh signifikan dan sangat menentukan arah pertarungan pada Pemilihan Gubernur (Sulsel) 2023. Figur-figur yang berniat maju sebagai calon gubernur, sedari dini menanam ‘investasi’ pada Pilkada Serentak 2020 lingkup Sulsel, khususnya Makassar sebagai ibukota provinsi dengan sebaran suara terbesar. 

Direktur Lingkaran Jurnal Indonesia (LJI), Basri Kajang, menyebut ada sejumlah figur yang menonjol meski bukan sebagai kandidat di pilwalkot. Tiga di antaranya adalah Erwin Aksa, Rusdi Masse, dan Andi Irwan Aras.

Kehadiran tiga tokoh ini menujukkan gambaran pertarungan pada Pilgub Sulsel 2023 memang bisa mulai terbaca pada pertarungan Pilwalkot Makassar 2020.

Yang menarik, tokoh nasional asal Sulsel mulai melirik dan secara tidak langsung dinilainya memberi sinyal kesiapan maju pada pesta demokrasi masyarakat provinsi ini sekira tiga tahun mendatang. 

Tokoh nasional yang dimaksud adalah Erwin Aksa yang kini menjabat Ketua Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman). Langkah Erwin yang turun gunung dan berada di garda terdepan pemenangan pasangan calon (paslon) dengan jargon Makassar Bangkit ini dinilai dapat menjadi pertanda pengusaha nasional tersebut mulai melirik kancah politik Sulsel. 

Mantan koordinator are Lingkaran Survei Indonesia ini berpendapat dengan berada di garda terdepan pemenangan Appi-Rahman, Erwin memang secara tidak langsung juga terus mensosialisasikan dirinya. Pilwalkot Makassar kali ini menjadi ajang mengangkat pamor sebelum bertarung di arena Pilgub Sulsel mendatang. Setelah memperkenalkan diri ditambah modal finansial dan jaringan politik di pusat, Erwin adalah figur paling potensial sebagai Calon Gubernur Sulsel. 

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...