Indeks Kerawanan Pilkada di Sulsel, Makassar Tertinggi 65,12 Persen, Disusul Luwu Timur

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan mencatat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Sulsel per September 2020 tertinggi terjadi di Kota Makassar dengan presentase 65,12 persen.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad membenarkan hal tersebut. Ia menyebut dimensi penilaian dilihat dari Konteks Sosial Politik (KSP), penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi politik.

Ia menjelaskan, Kota Makassar memiliki IKP tertinggi karena beberapa isu strategis seperti politik uang, materi kampanye, infrastruktur jaringan internet daerah, hak pilih, pandemi Covid-19, gangguan keamanan, netralitas ASN, dan Maladministrasi Anggaran Daerah.

“Dari isu itu, isu netralitas ASN di Kota Makassar yang memiliki level kerawanan sangat tinggi yaitu 74,67 persen atau berada di level 6 dengan skor lebih dari 63,88 persen,” kata Saiful saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2020).

Setelah Kota Makassar, tingkat kerawanan disusul oleh Kabupaten Luwu Timur 58,90 persen, lalu Kabupaten Maros 57,86 persen dan daerah dengan IKP terendah yakni Kabupaten Barru 42,24 presen.

Saiful menambahkan, 12 kabupaten kota di Sulawesi Selatan yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, memiliki isu strategis yang sama dan isu netralitas ASN didominasi oleh seluruh kabupaten kota kecuali Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Toraja Utara.

“Seperti Kabupaten Barru, Bulukumba, Gowa, Luwu Utara, Pangkep, Selayar dan Tana Toraja masing masing netralitas ASN dengan presentase 61,33 persen, sedangkan sisanya kayak Luwu Timur, Maros sama Makassar 74,67 persen,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...